Kemunculan printer tekstil berawal dari inovasi pada teknologi cetak digital (digital printing technology) yang menghasilkan 2 jenis printer yaitu laserjet printer dan inkjet printer. Bermula dari penemuan mesin digital printer pertama di tahun 1984 oleh Hewlett-Packard (HP), kemudian pada tahun 1991 perusahaan yang sama menghasilkan mesin Color Laser jet digital printer, dimana di saat yang sama ink jet printer pun dikembangkan. Walaupun sebenarnya konsep teknik inkjet ini sudah mulai dikenal semenjak tahun 1950, tetapi baru pada akhir tahun 1970-an setelah teknologinya mampu mencetak warna dengan lebih baik dan lebih cepat maka perkembangan inkjet printer lebih cepat daripada laser jet printer.

Konsep yang dimiliki inkjet printer ialah suatu digital printer yang mempunyai tinta berbentuk cairan, berbeda dengan laserjet yang berupa butiran yang ditampung dalam jumlah tertentu serta menyesuaikan dengan gambar yang akan dicetak, kemudian tinta cair tadi disemprotkan pada media ata bahan cetaknya seperti kertas, fleksi, kain, dsb.

Teknologi inkjet printer terbagi ke dalam 2 macam, yakni Continuous Ink Jet (CIJ) dan Drop On Demand (DOD), dimana kemudian DOD dibagi lagi menjadi 2 metode yaitu Thermal DOD dan Piezoelektric DOD.

Perkembangan ink jet berpengaruh juga pada indutri printing tekstil yang selama ini menggunakan screen printing (cetak saring/sablon) yang seolah mendadak mendapatkan suatu peluang tanpa batas mengembangkan kreativitas.

Terdapat 2 macam teknologi pencetakan digital (digital printing) yang diterapkan pada industri cetak tekstil:

  1. Dye Sublimation, yaitu image dicetak terlebih dulu ke atas kertas transfer, untuk kemudian kertas tercetak tadi ditekan dengan penekanan panas langsung ke atas permukaan tekstil yang telah disiapkan.
  2. Direct to Textile Printing, yaitu dengan langsung mencetakan ink jet ke atas kain tekstil.

Walaupun masing-masing teknik di atas memiliki keunggulan dan keterbatasan, namun keduanya sangat handal untuk menghasilkan kualitas tekstil berhias.

Kehadiran PRINTEX 160 Printer Tekstil Digital

Printing Tekstil

Printex 160 Digital Textile Printer

Karena komitmennya, PT INKMATE INDONESIA sebagai pemasok peralatan printing tekstil selalu ingin menyediakan produk unggulan bagi para para produsen tekstil, maka dihadirkanlah mesin printer tekstil PRINTEX 160 dengan On-demand Plezo head. PRINTEX 160 sesuai untuk kebutuhan:

  • Unlimited Creation. Kreatifitas desain dengan warna tanpa batas yang membuat para desainer mampu menuangkan ide kratifnya tanpa hambatan kemampuan mesin. Aplikasi produk berupa pakaian, banner, bendera, umbul-umbul, sepatu kanvas, bahan tas, kulit, lapisan jok mobil, gorden, dll.
  • Brilliant Color. Karena printer kain digital ini dilengkapi perangkat lunak (software) ERGOSOFT yang mampu mengendalikan warna, maka hasilnya bisa tepat dan sesuai dengan keinginan pemesan dan selalu stabil selama produksi. Ditambah dengan kehalusan resolusi cetak / printing resolution 540, 720, dan 1440 dpi, serta penggunaan 6 warna tinta yaitu Cyan, magenta, Yellow, Black, ditambah Blue dan Orange, sehingga memperluas gamut warna obyeknya, terutama obyek hasil fotografi.
  • Customized Order. Permintaan pelanggan dengan kuantitas pesanan sedikitpun bisa dilayani (tanpa minimal order), hal ini berbeda dengan cetak konvensional yang mensyaratkan jumlah minimal. Memiliki lebar 160 cm yang sangat sesuai untuk mengaplikasikan pada pola potong dan jahit pakaian wanita. Jenis tekstil bervariasi, mulai katun, linen, sutera, apandex, dan polyester membuat peluang bisnis makin terbuka. Pengaplikasian pada berbagai jenis kain dikarenakan mesin cetak kain ini ditunjang peralatan Sticky Flat-bed, yakni unit pemegang kain supaya melekat erat pada bidang datar selama pencetakan, sehingga menjamin ketepatan cetak akibat kain tidak bergerak atau keriput selama dicetak karena dilengkapi pula dengan Auto Feeding dan Auto take-up Roll.
  • Easy Operation and Maintenance. Hanya dengan sentuhan jari pada Touching Screen LCD Display, printer tekstil ini dapat menghasilkan produk yang luar biasa. Penggunaan energi yang relatif rendah yaitu 4000W/3 phase untuk Minibelt dan 1500W-single phase untuk printer, menjadikan PRINTEX 160 sebagai mesin hemat energi. Dengan berat printer 160 kg dan unit Minibelt 700 kg menjadikannya mudah dipindahkan. Seluruh bagian printer dan peralatan lain mudah dijangkau sehingga mudah dirawat dan diperbaiki.

Sebuah perusahaan percetakan di Jababeka telah melengkapi unit produksinya dengan PRINTEX 160 menggantikan proses dye sublimation yang selama ini dilakukan pada pencetakan pakaian anak dan boneka. Perusahaan tersebut beralasan karena mereka menghendaki proses yang lebih cepat karena memotong satu tahap, ketepatan tinggi, warna yang cerah, pemakaian tinta yang irit, dan tidak menggunakan transfer paper yang mahal.

Sumber: PRINTEX, Apparel Decoration Magazine.