Tidak diketahui kapan mulai munculnya percetakan di Bandung, dan juga siapakah atau perusahaan mana dan dengan metode cetak apa yang pertama kali dipergunakan, yang jelas tempat-tempat yang menyediakan jasa percetakan di kota maupun kabupaten tak terbilang banyaknya. Mulai dari perusahaan cetak berskala besar, menengah, hingga yang berskala kecil, dan dengan berbagai metoda cetak yang bisa ditemui. Bahkan bukan saja mereka yang mempunyai mesin-mesin percetakan atau yang hanya memiliki peralatan cetak sederhana, namun termasuk juga para pebisnis cetak lain yang tanpa memiliki peralatan sama sekali, seperti para pemakloon cetak/pengongkos cetak, maupun para broker/calo.

Sentra Percetakan di Bandung dan Keberadaan Terminal Bis?

Semaraknya industri percetakan di Bandung tak lepas dari sentra percetakan yang terdapat di sana. Sebut saja jalan Pagarsih, yang berdampingan dengan jalan Astana Anyar dan kalipah Apo. Di wilayah yang jaraknya hanya sekitar 1 atau 2 kilometer dari terminal Bis Leuwi Panjang ini terdapat berbagai tempat yang menyediakan segala jenis kebutuhan percetakan, mulai dari bahan kertas, plastik, blanko undangan, blanko kartu nama, setting komputer/desain grafis, pembuatan film repro, rekam pelat, cetak offset, cetak polimas, cetak digital, cutting sticker, potong kertas, dan sebagainya. Tak jauh dari wilayah tersebut, sekitar 1,5 kilometer pun terdapat juga sentra percetakan yang lebih kecil, yaitu yang berada di jalan Pungkur, berdekatan dengan terminal angkot Kebon Kalapa, yang dulu merupakan terminal Bis juga, sebelum akhirnya pindah ke Leuwi Panjang.

Percetakan di Bandung

Diantara Percetakan Yang Berada di jalan Pagarsih, Bandung

Sepertihalnya terminal Bis Leuwi Panjang, sedikit ke arah Timur berdekatan dengan terminal Bis Cicaheum, terdapat juga beberapa tempat yang menyediakan jasa cetak yang sedikit memusat juga, seperti di wilayah Cicaheum dan sekitarnya, diantaranya di jalan Cidurian, dan di jalan Ujung Berung. Walaupun keberadaannya tidak seramai tempat-tempat percetakan yang berada di jalan Pagarsih dan terkesan agak berjauhan, namun tetap saja wilayah ini pun ikut menyemarakkan industri percetakan Bandung.

Sentra Konveksi Kaos di Bandung

Jika kita melangkah ke arah depan terminal Bis Cicaheum, lalu berjalan sedikit ke arah kirinya, maka selain ke arah jalan Cidurian tadi, kita pun akan menemukan persimpangan yang masuk ke jalan Penghulu K.H. Hasan Mustofa yang dikenal juga dengan nama jalan Suci. Di jalan Suci dan sekiranya terdapat juga sentra industri yang masih terkait erat dengan percetakan, yaitu industri kerajinan kaos (konveksi kaos) berikut penyablonan kaosnya. Keberadaan sentra industri kaos di ini telah terkenal ke berbagai wilayah di Indonesia, bahkan mungkin luar negeri, dimana pesanan-pesanan terus mengalir berdatangan, apalagi di saat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) atau Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Salah satu indutri kaos dengan merk terkenal C-59 (berasal dari nama jalan Caladi No. 59) pun tidak jauh dari sana.

Konveksi Kaos Bandung

Jalan Suci, dsk. Merupakan Sentra Konveksi Kaos di Bandung. Foto: Pesona-Bandung.Blogspot.Com

Entahlah, apakah karena kebetulan atau memang cukup besar pengaruhnya keberadaan terminal-terminal Bis tersebut terhadap sentra-sentra industri percetakan di Bandung, yang jelas memang tidak sedikit juga para pebisnis cetak yang tidak memiliki/kurang lengkap peralatan cetaknya dari luar wilayah Bandung berdatangan ke sana.

Berbicara sedikit tentang terminal itu sendiri, terminal Bis Leuwi Panjang yang merupakan pindahan terminal bis Kebon Kalapa, lebih mengkhususkan trayek-trayek Bis ke arah Barat kota Bandung dan ke provinsi-provinsi yang berada di sebelah barat provinsi Jawa Barat, seperti DKI Jakarta, Banten, dan juga termasuk provinsi-provinsi yang berada di kepulauan Sumatera. Sementara terminal Bis Cicaheum lebih mengkhususkan trayek-trayek ke sebelah timur kota Bandung, termasuk provinsi-provinsi yang juga berada di sebelah Timur Jawa Barat, seperti Jawa tengah, Jogja, dan Jawa Timur.