Mesin printer DTG (Direct to Garment) adalah mesin cetak (printer) yang menggunakan metode pencetakan tinta langsung ke atas permukaan kain/garment melalui proses pre-treatment, dan diakhiri dengan proses heatpress, sehingga menghasilkan kualitas cetak yang baik dan tidak luntur karena menggunakan tinta khusus untuk garment.

Teknik cetak pada mesin DTG menyempurnakan teknik pencetakan sebelumnya. Jika teknik sebelumnya gambar hasil desain harus diprint terlebih dulu ke atas kertas untuk kemudian ditransfer (trasfer paper) dengan cara ditekan ke atas kain (heat press), maka pada mesin DTG transfer paper tersebut sudah tidak dilakukan lagi.

Dari segi kualitas pun, hasil cetak mesin printer DTG jauh lebih baik. Jika pada teknik sebelumnya tadi hasil cetaknya mudah rusak dan mengelupas akibat pencetakan yang tidak langsung ke atas permukaan kain, maka hasil cetakan mesin DTG tidak akan mudah rusak dan mengelupas walaupun dicuci berkali-kali akibat pencetakan langsung ke atas kain. Penggunaannya telah banyak diaplikasikan oleh vendor-vendor t-shirt (kaos) luar negri, bahkan baju-baju dengan merk terkenal di Eropa sekarang sudah banyak yang menggunakan teknologi Direct to Garment ini.

Mesin DTG / Mesin Printer DTG Direct to Printing

Terdapat 2 jenis (varian) dari printer DTG, yaitu mesin printer dengan tinta putih untuk kain dengan latar belakang berwarna gelap, dan mesin printer selain tinta putih untuk bahan kain yang berwarna putih.

Keunggulan dan Kelemahan Mesin Printer DTG

Beberapa keunggulan printer DTG (Direct to Garment):

  • Bisa mencetak langsung di atas kain, baik itu berupa bahan mentah maupun pakaian jadi seperti kaos (T-shirt).
  • Proses pencetakan gambar lebih cepat dan simpel.
  • Hasil cetak tajam dan merata dengan warna yang bagus di atas permukaan kain.
  • Dapat mencetak gambar dengan tingkat kerumitan yang tinggi seperti gambar wajah orang.
  • Hasil cetakan tahan lama (awet) setelah dicuci berkali-kali, hampir seperti hasil cetakan sablon manual.
  • Hasil cetak halus dan meresap ke bahan kain dengan karakter soft feel seperti bahannya itu sendiri.
  • Dapat mengerjakan pesanan dengan jumlah partai dan eceran.

Disamping beberapa keunggulan, terdapat pula beberapa kelemahan, seperti:

  • Biaya investasi masih cukup tinggi (mahal).
  • Jenis tinta cetak masih terbatas pada tinta tekstil saja.
  • Kualitas hasil cetak masih kalah dibandingkan kualitas hasil cetak sablon manual, walaupun telah lebih baik daripada hasil transfer paper.

Harga Mesin Printer DTG di Indonesia

Mesin printer DTG dibanderol cukup mahal pada harga puluhan hingga ratusan juta rupiah, namun beberapa produsen lokal telah merakit sendiri mesin DTG dengan harga yang lebih bersahabat dan terjangkau dengan fungsi yang tetap sama, dan dijual di kisaran harga antara 5 juta sampai dengan 50 juta rupiah. Mesin rakitan ini biasanya adalah penggabungkan antara printer Epson dengan rangkaian plat tempat dimana kain diletakkan di pelat tersebut untuk diprint.

Kesimpulan

Meski masih terdapat banyak kekurangan, namun karena kelebihannya pula maka para wirausaha cetak/grafika pun merasa tetap perlu memiliki mesin printer DTG ini guna mendukung kegiatan usaha yang digelutinya.