Kertas terdiri dari jalinan serat selulosa yang dibentuk dengan cara melewatkan bubur kertas diatas saringan halus  ditambahkan bahan penolong. Air dan bubur tersebut akan mengalir melalui lubang-lubang saringan dan meninggalkan lembaran kertas yang basah. Selanjutnya lembaran tersebut dikeringkan, maka jadilah lembaran kertas.

Dari penjelasan diatas maka stuktur kertas pada umumnya mempunyai sifat yang berbeda dan bervariasi satu dengan yang lainnya, diantaranya :

a. Berat dasar
b. Kerapatan
c. Ketebalan
d. Dua sisi permukaan yang berbeda kehalusannya
e. Arah serat

Sementara  sifat kertas secara garis besar terdiri dari :

 

Kertas Cetak Lembaran (Sheet Printing Paper)

Kertas Cetak Lembaran

1. Sifat-sifat kertas

a. Kehalusan permukaan kertas, yaitu permukaan kertas yang ditetapkan  dengan menggunakan derajat permukaan dari ketidak rataan.

b. Pori-pori, yaitu sifat kertas yang mempunyai banyak dan sedikit rongga udara yang saling berhubungan dan dapat dievaluasi dengan menetapkan tembusnya udara.

c. Daya serap, yaitu kemampuan pori-pori kertas untuk menyerap zat  benda cair.

d. Gramatur atau berat dasar, yaitu istilah yang menyatakan berat kertas  dengan satuan gram permetet persegi.

e. Ukuran, yaitu Standar yang digunakan untuk menentukan panjang pendek, bear kecil, berat ringan, dan luas sempitnya kertas.

f. Daya serap air, yaitu jumlah air yang dapat diserap oleh kertas dalam gram permeter persegi dengan waktu tertentu.

g. Ketahanan cabut permukaan kertas, yaitu sifat kuat atau lemahnya permukaan kertas oleh gaya  cetak dan tarikan tinta cetak.

h. Ketahanan sobek, yaitu istilah yang digunakan untuk menyatakan daya tahan kertas terhadap tenaga yang dibutuhkan untuk merobeknya dengan menggunakan alat uji.

i. Ketahan tarik, yaitu batas ketahanan dari kertas terhadap gaya tarik yang bekerja pada kedua ujungnya.

2. Sifat kimia kertas

a. Jenis serat kertas, yaitu untuk mengetahui apakah suatu kertas terbuat dari serat mekanik atau serat kimia dengan cara meneteskan larutan phloroglucin pada permukan kertas.

b. Kadar air kertas, yaitu jumlah uap air yang ada pada kertas yang ditetapkan dengan mengeringkan contoh uji pada suhu diatas didih air (kurang lebih pada suhu 105 derajat celcius).

c. PH  kertas, yaitu konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan kertas.

d. Scumming, yaitu pengotoran pada bagian tidak mencetak karena kertas menimbulkan emulsi antara air dan tinta.

3. Sifat optic

a. Warna, yaitu bagian cahaya yang dipantulkan dari permukaan benda dan mengenai mata kita sehingga menimbulkan kesan tertentu yang disebut dengan merah, kuning, hijau, dan seterusnya.

b. Opasitas kertas, yaitu sifat kertas yang dapat menghalangi tembusnya cahaya dan menghalangi penglihatan tembus terhadap benda yang ada dibaliknya.

c. Kecerahan, yaitu ukuran untuk membedakan putih pada macam-macam kertas putih dalam jenis yang sama enggan memakai penerangan atau cahaya.