Di halaman Rubrik Konsultasi “Klinik Kertas” Majalah Printpack indonesia, seseorang yang berkecimpung dalam bisnis event organizer bertanya ke redaksi..

Dear pengasuh/Redaksi Printpack Indonesia/Klinik Kertas,

Saya ada pertanyaan yang mohon bisa dijawab, karena mungkin pertanyaan ini juga sering ditanyakan oleh kita.

Pertanyaan:

a. Mengapa kertas karton packaging kalau dilipat jadi retak dan pecah atau patah-patah, apa penyebabnya?

b. Apakah ada aturannya untuk kertas kemasan karton (corrugated) yang ringan harus 1 layer, dan berat 2 atau 3 layer? Saya menemukan kasus karton bungkus mie dipakai untuk kemasan hasil fotokopi buku-makalah, eh malah jebol atau rusak….mohon penjelasannya.

Demikian pertanyaan kami,

Salam, Shinta, Bekasi
event organizer

Jawaban:

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan hal ini terhadi, salah satunya adalah penentuan arah serat kertas pada saat proses percetakan sampai dengan proses die cutting. Dari awal ada baiknya pelanggan (percetakan) biasanya menentukan jenis kertas yang akan digunakan beserta ukurannya yang menentukan arah serat kertas. Jadi ada serat panjang atau serat pendek.

Contoh serat panjang itu adalah ukuran 79 x 109 dan contoh ukuran untuk serat pendek itu adalah 109 x 79.

Selain itu hal ini dapat disebabkan oleh metode mesin pemotong yang salah. Biasanya mesin pemotong harus disesuaikan dengan jenis kertas yang digunakan beserta berat dan ketebalan kertasnya. Jikalau berat kertasnya lebih kecil dibandingkan ketebalan kertas itu (Bulky), maka alat pemotong harus disesuaikan, dan biasanya produsen kertas akan memberikan petunjuk cara memotong kertas tersebut agar tidak menyebabkan kertas itu menjadi cracking (pecah-pecah atau patah-patah).

Kertas Karton Packaging

Banyaknya layer untuk menopang berat juga merupakan salah satu faktor yang menentukan. Selain itu juga yang mempengaruhi kekuatan kertas untuk menahan beban dan tidak jebol adalah berat masing-masing kertas yang digunakan, karena untuk kemasan karton (corrugated) yang standar itu terdiri dari 3 lapisan, yaitu Test Liner, Flutting Medium, dan Test Liner (biasanya berat masing-masing kertas yang digunakan adalah kombinasi 200 gsm/150 gsm/200 gsm).

Faktor lain yang berpengaruh adalah jenis Flutting yang digunakan:

  1. A Flute : 4,7 – 5 mm (ketebalan)
  2. B Flute : 2,7 – 3 mm (ketebalan)
  3. C Flute : 3,7 – 4 mm (ketebalan)
  4. E Flute : 1,2 – 1,5 mm (ketebalan)

Jenis Flutting ini juga akan mempengaruhi kekuatan kemasan menahan beban dengan kombinasi dari wall dan face yang digunakan:

  1. Single Face Single Wall
  2. Double Face Double Wall

Sebagai kemasan karton (corrugated), kertas-kertas ini harus mampu menahan beban yang ada di dalamnya. Oleh sebab itu, sebelum kertas-kertas ini disatukan untuk menjadi produk kemasan karton (corrugated), dilakukan dulu sejumlah test terhadap masing-masing kertas (seperti ketahanan kertas terhadap beban dengan berat tertentu).

Demikian jawaban kami. Terimakasih atas perhatiannya.

Yulina Waty
Product Manager PT CMI – APP

Sumber: Printpack Indonesia