Kain karet (Blanket) yang berfungsi sebagai pemindah gambar dari pelat ke kertas dituntut syarat teknis. Untuk memperoleh permukaan yang sama kekasarannya /pori-pori, maka blanket dikasarkan dengan suatu pemanas (vulkanisir). Hasil dari vulkanisasi ini sangat menentukan kemampuan penerimaan gambar dari pelat dan memindahkannya ke kertas.

Ciri-ciri kain karet (blanket) secara teknis yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Permukaan yang berpori-pori dari hasil vulkanisir harus dijaga tetap  terbuka, redup dan kusam, tidak mengkilat. Untuk mengetahui apakah kain karet /blangket  redup, dapat dilakukan dengan menggosokan telunjuk, apabila membekas, maka kain karet / blanket itu permukaannya baik.
  2. Susunan dan bentuk yang sama pada permukaannya, dan harus menjamin detail titik raster yang tajam walaupun mencetak berbagai bahan cetakan.
  3. Daya mengembang yang sangat kecil sehingga titik raster dapat terungkap dengan tajam, ketepatan cetak yang baik, dan tidak ada pendobelan gambar. Untuk itu jalinan benang-benangnya tidak boleh berubah bentuknya selama pembentangan yang lama dan kuat.
  4. Tekanan dan penyetelannya akan sangat tergantung dari pengisian bantalannya dan jenis bantalan yang dipergunakan. Kesalahan penggunaan bantalan dan pemasangannya akan menyebabkan tekanan yang timbul tidak ideal.
Blanket Mesin Cetak Offset (Offset Printing Rubber Blankets)

Blanket Mesin Cetak Offset

Jadi, kain karet (blanket) itu harus:

  1. Baik menerima dan melepaskan lapisan tinta.
  2. Menghasilkan titik raster yang tajam, baik dan kontras tinggi.
  3. Kerataannya baik, toleransi perbedaan ketinggian sangat kecil.
  4. Tidak menyebabkan kertas melipat, berkerut.
  5. Stabilitas tinggi pada susunan benang-benangnya.
  6. Hasil cetak yang maksimal dengan bermacam macam jenis tinta dan kertas

Sumber: Pengetahuan Praktis Teknik  Cetak Offset  ATGT, Drs. Soebardianto.