BI mengorder ke peruri dgn menentukan jumlah dan jenis pecahan yg diperlukan. Untuk keperluan itu, BI memberikan bahan kertas khusus ukuran plano (A 0), yg jumlahnya diperkirakan sesuai dgn kebutuhan cetak tersebut. Ini tercatat sbg dokumen resmi.

Kemudian, setelah dicetak peruri menyerahkan hasil cetakan sesuai pesanan, berikut cetakan yang gagal (cacat) dan sisa2 potongan kertasnya. Oleh BI semuanya di "cek and balance", jumlahnya harus pas dgn banyaknya bahan kertas yg dikeluarkan.

Gitu aja yg saya tahu…

Filed under: Tanya-Jawab