0811-222-5788 (Khusus Kursus Desain Cetak) admin@usahapercetakan.biz

Sistem dampening / dampening system (pembasahan) di mesin offset pada umumnya masih menggunakan sistem yang konvensional. Sistem ini yang terdiri dari rangkaian rol fountain (rol bak air), roll ductor (rol jilat), rol distributor (osilating), dan 2 rol form (rol yang bersinggungan dengan plate) yang dilengkapi dengan newmoll.

Posisi roll fountain sebagian terendam dalam larutan dampening yang ada di bak air. Pada sebagian besar mesin offset, kecepatan putaran rol fountain diatur oleh kecepatan putaran mesin. Putaran rol bergerak secara bertahap. Rol fountain dengan sistem motor penggerak sendiri dapat lebih presisi dalam mengatur suplai air yang dibutuhkan. Bahan rol terbuat dari bahan aluminium atau logam yang dichrome, yang dapat juga dibungkus dengan kain.

Dalam perkembangan selanjutnya, rol fountain kemudian dibungkus dengan kertas perkamen (sejenis kertas yang terbuat dari kulit binatang). Sarung 3M yang terkenal itu adalah hasil pengembangan dari kertas perkamen.

Posisi rol jilat berada diantara fountin dengan rol osilating. Rol ini dapat bergerak maju dan mundur untuk menyentuh rol fountain atau rol osilating secara bergantian. Rol jilat juga dilapis dengan newmoll yang berfungisi untuk “menjilat” air yang menempel di rol fountain, kemudian mentransfernya ke rol osilating agar dapat diteruskan ke rol form, lalu ke pelat. lamanya persinggungan rol jilat dengan rol fountain menjadi penentu banyaknya air yang dapat diserap oleh rol jilat.

Unit Dampening Mesin Offset / Offset Dampening System Unit

Sistem Dampening Mesin Offset. Sumber Gambar: Xpedx.Edviser.Com

Posisis rol osilating bersinggungan dengan 2 buah rol form. Rol ini didesain agar dapat berputar sambil bergerak ke kiri – kanan untuk meratakan air pada rol form. kecepatan rol osilating mengikuti kecepatan putaran silinder plat. Bahan rol terbuat dari bahan aluminium atau logam yang dichrome.

Posisi rol form bersinggungan dengan plat. Pada awal mulanya diciptakan dari as besi yang dibungkus dengan kain flanel dan dilapis dengan kain katun pada permukaannya. Dalam perkembangannya terjadi perubahan penting dimana fungsi kain flanel tersebut kemudian diganti dengan lapisan karet (seperti yang kita kenal sekarang), yang dinamakan rol “bareback” (tanpa “pelana”).

Pada saat ini, sebagian besar mesin-mesin offset sudah mulai meninggalkan sistem konvensional dampening, dan mulai menggunakan sistem alcolor / DDS (Direct dampening System) yang rol-rolnya sudah tidak memerlukan new-moll lagi. Dengan sistem dampening yang lebih modern ini, suplai air dapat diatur dengan lebih tepat dan dengan waktu penyetelan (berikut reaksinya) yang lebih singkat daripada sistem konvensional.

Kemajuan tekhnologi dalam menciptakan sistem dampening dan ps-plat (plat offset) yang lebih baik, telah berhasil mengurangi sebagian besar masalah produksi yang sering dihadapi sebelumnya, seperti penggumpalan tinta, tanda bekas tinta saat plat dihapus, pengeringan tinta, galeng yang disebabkan oleh suplai air yang berlebihan, timbulnya buih dan cairan kental karena sistem dampening yang kurang sempurna, dan lain-lain.

Sumber: Graphic Mart – Indonesian Directory to Graphic Supplies, Printing, and Machineries.