Setelah sebelumnya kami menyajikan artikel tentang alat-alat sablon manual, maka kali ini Grafika Online akan menuliskan artikel mengenai jenis-jenis tinta sablon/cat sablon. Untuk mengetahui jenis tinta sablon (cat sablon)  yang diperlukan, maka kita perlu mengetahui juga mengenai bahan cetak apakah yang akan di sablon, sehingga pemilihan jenis tinta benar-benar sesuai dengan keperluan.

Jenis Tinta Sablon (Cat Sablon)

Tinta sablon atau cat sablon terbagi ke dalam 2 jenis, yaitu tinta sablon yang berbahan dasar minyak (solvent-based-in) dan tinta berbahan dasar air (water-based ink). Uraian selengkapnya:

1. Tinta Sablon Berbasis Minyak

Plastisol, adalah cat sablon berbahan dasar minyak, dengan kemampuan istimewa untuk mencetak dot/raster super kecil dengan hasil prima, tanpa limbah, dan sangat irit. Untuk mengeringkannya dibutuhkan setidaknya hotgun atau sinar infra merah. Tinta ini berbahan dasar PVC dan harganya cukup mahal serta membutuhkan peralatan khusus untuk pengeringannya. Sebab tinta ini tidak dapat kering dengan sendirinya seperti tinta waterbase pada umumnya. Untuk dapat kering dengan baik, tinta ini memerlukan suhu mencapai 160 derajat celcius serta membutuhkan beberapa peralatan seperti conveyor curing dan flash curing. Setelah pengeringan dengan benar, tinta plastisol ini memiliki daya rekat yang sangat baik. Tinta ini sering digunakan untuk menciptakan efek-efek yang menakjubkan seperti high density. Dan t-shirt yang menggunakan tinta plastisol selalu diberi peringatan ”Do not iron on design”, sebab tinta ini akan meleleh jika terkena panas secara langsung dari setrika.

Cat Plastik = Fine merk dagang “FIN”. Bahan penyampur adalah minyak tanah dengan perbandingan 1 : 0,5. Jenis cat Fine Ink tidak dapat langsung digunakan sebelum dicampur dengan minyak pencampurnya (minyak tanah). Inipun masih harus didiamkan (diendapkan) selama lebih kurang 2 jam barulah dapat digunakan. Daya rekat tinta baik dan dapat bereaksi dengan plastik, kemungkinan rontok kecil. Keistimewaan tinta ini tidak seperti tinta sintetis (dalam kaleng selalu terdapat lapisan mengeras).

Tinta Kertas, Kaca, kayu, Acrylic. Tinta untuk mencetak kertas, kaca, akrilik, mika, kayu, triplek, sticker dan lain-lain pada prinsipnya sama, meskipun daya tahan dan kelengketan tinta agak sedidkit berbeda pada masing-masing
bahan/benda yang dicetak. Masing–masing perusahaan tinta mengeluarkan produk dengan nomor seri sendiri yang
membedakan penggunaan pada bahan tertentu.

Tinta sablon (cat sablon) berbasis minyak di pasaran umumnya dibagi ke dalam 4 jenis:

  • HD (High Density Polyethylene), minyak yang digunakannya disebut M1
  • PVC (PolyVinyl Chloride), minyak yang digunakannya disebut M3
  • PE (PolyEthyle), minyak yang digunakannya disebut M4
  • PP (PolyPropylene), minyak yang digunakannya disebut Terpin

Bahan cetak basis minyak

Yang dimaksud dengan bahan basis minyak adalah semua bahan yang tidak banyak menyerap tinta, atau yang umumnya campuran tinta menggunakan bahan yang mudah menguap, seperti M3, M4, dan Terpin. Adapun bahan-bahan yang dimaksud adalah:

  • Kertas. Kertas adalah salah satu bahan yang dicetak menggunakan teknik cetak saring, dan kertas memiliki jenis dan gramatur yang berbeda, seperti HVS, HHI, HVO (kertas koran), BC (Brief Cartone), Linen, Jeruk, Embos, Concord, Ivory, Kunstruk, Sticker, dan lain-lain.
  • Jenis-Jenis Plastik. Sebelum memulai kegiatan cetak saring (sablon) dengan bahan plastic (kantong plastik), lebih dahulu sebaiknya mengetahui sifat-sifat tentang plastik serta pengaruh dan akibatnya terhadap tinta yang akan di gunakan untuk mencetak.
  • Bahan-bahan Khusus. Yang dimaksud dengan bahan-bahan khusus adalah bahan yang memiliki karakter khsusus, seperti kaca, kayu, triplek, multiplek, mika, ackrilik, dan segala jenis kulit, serta batu (keramik) yang dalam pengerjaannya memerlukan penanganan khsusus pula. Teknik pencetakan dari masing-masing bahan tersebut berbeda sesuai dengan sifat dan karakter bahan itu sendiri.
Tinta Sablon / Cat Sablon Berbasis Minyak / Solvent-Based Ink Screen Printing

Tinta Sablon / Cat Sablon Berbasis Minyak Plastisol. Sumber Foto: Blog.Lawsonsp.Com

2. Tinta Sablon Berbasis Air

Tinta basis air adalah semua tinta sablon/cat sablon yang digunakan untuk menyablon bahan tekstil dan bahan kaos. Pada umumnya semua tinta untuk tekstil dan kaos dapat dipergunakan dalam pencetakan (penyablonan), hanya pelekatnya dalam serat berbeda. Oleh karena pemilihan tinta juga harus disesuaikan dengan sifat bahan yang akan dicetak (disablon). Dengan demikian tinta (pasta) yang digunakan didasarkan pada jenis kain (bahan cetak). Disamping jenis tekstil juga harus memperhatikan warna dasar dari kain (bahan cetak) sehingga efek hasil pencetakan pada bahan nampak jelas. Adapun tinta-tinta yang dimaksud adalah:

  • Tinta dasar terang adalah tinta sablon yang digunakan untuk mencetak kain (bahan cetak) yang berwarna terang (muda), yaitu tinta merk Sandy Super Color. Tinta ini berupa pasta putih yang dijual dalam kilogram dengan wadah kalengan, Plastik, atau tong plastik. Bentuk pasta kental, tidak mengeras pada kain, daya resap baik, dan tidak luntur.
  • Tinta dasar gelap adalah tinta sablon yang digunakan untuk mencetak kain warna gelap, yaitu tinta karet, dengan tambahan perbandingan tertentu dapat menempel baik di atas permukaan bahan cetak (kain). Bentuk berupa pasta, agak mengeras pada kain, daya lengket kuat, tidak luntur, tetapi tidak tahan panas gosokkan seterika (mudah rontok).

Bahan cetak basis air

Yang dimaksud dengan bahan cetak basis air adalah segala bahan cetak yang memiliki daya serap tinggi dan biasanya pengencer tintanya menggunakan air. Adapun bahan-bahan tersebut adalah semua bahan tekstil, seperti kain tetoron dengan segala jenisnya, kain famatex, kain drill, kain batik, dan lain-lain. Demikian pula termasuk segala jenis kaos, seperti kaos Hi–kid, Pe, Tc, Bz, Misty, Jeruk, Lakos, Cotton Cardet, Cotton Combet, Cotton ML, Deadora, spanduk, dan lain-lain.

Bahan tekstil dan kaos kebanyakan dicetak dengan teknik screen printing, baik secara gulungan dan maupun secara lembaran atau dengan mesin maupun dengan sistem manual. Dalam hal warna baik tekstil maupun kaos memiliki sifat tersendiri terhadap tinta cetak sablon, sehingga penggunaan bahan cetak harus memperhatikan warna dari bahan yang akan diproduksi.

Sumber 1: Mencetak dengan Teknik Cetak Saring/Sablon.
Penyusun:
Ahmad Yani, Editor: Suryanto
Penerbit: Direktorat pendidikan menengah kejuruan. Direktorat jenderal pendidikan dasar dan menengah. Departemen pendidikan nasional – Tahun 2004

Dan beberapa sumber lainnya.